Ketika harga kopi di sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Barat anjlok, melorot, mencapai harga pasaran Rp10.000/kg, para petani mengeluhkan
rendahnya harga komoditas tersebut, sementara saat sama harga getah
karet alam melejit naik, dari Rp 3000/kg ( hingga awal 2009) menjadi Rp
8.000/kg ( mulai September 09, di tingkat bakul petani), bahkan Rp.11.000/kg ( tingkat pabrik). Tingkat harga ini telah cukup memberi
harapan pada para petani di sentra karet Kalimantan Selatan seperti Kab Banjar,
Tanah Laut, dll. Lebih menggembirakan, menurut Association of Natural Rubber Producing
Countries (ANRPC) mencatat harga karet alam pada Rabu (31/3) telah
menembus harga di atas 3,50 dollar AS per kilogram (kg) berarti angka
itu merupakan harga tertinggi setelah Perang Dunia II.
Sayangnya,
ketika harga naik, secara umum produktivitas karet petani Indonesia
masih rendah dibanding di India, Thailand dan Vietnam. Di ketiga negara itu, produktivitas lateks kering sudah
mencapai rataan 1.700 kilogram/hektar/tahun, demikian juga Malaysia,
Sri Lanka dan China di atas 1.000 kg/ha/tahun.
Menariknya,
penggunaan teknologi pupuk tablet Gramalet formula Karet di Banjarbaru (
Loktamu, Atambul, Cempaka, Martapura) agak berbeda dengan kondisi umum di Indonesia. Petani di beberapa sentra karet Kalimantan Selatan itu telah mampu menaikan getah
hingga 40 %, dan kini mereka bisa mendapatkan 80 sd 100 kg per Ha/ sadapan. Dengan masa sadap berkelanjutan sepanjang tahun, tanpa henti, termasuk musim gugur daun hanya menurun 20 %, dan dengan getah
mengental, tentu saja menaikan pendapatan petani secara nyata. Dengan produktivitas itu, bisa dihasilkan lateks 1500 kg/Ha/tahun hingga 1700
kg/Ha/ tahun. Upaya perbaikan dg Klon unggul dan pemupukan menggunakan pupuk berimbang, yakni tablet Gramalet, dengan dibenamkan pada kedalaman 15 sd 20 cm di kawasan kebun karet di diharapkan turut
memakmurkan petani karet kita. Itulah beberapa kesimpulan dalam seminar singkat " Meningkatkan Produktivitas Karet melalui Pemanfaatan Pupuk Tablet Gramalet", di Hotel Permata Inn, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Guna
mendukung metoda pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa jenis unsur hara tunggal yang dicampur secara sederhana (
simple blending), atau dicampur secara mekanis ( mechanical blending)
atau melalui teknologi pencampuran secara kimia ( chemical blending)
yang disebut pupuk majemuk dengan komposisi kandungan hara atau formula
tertentu. Sementara pemupukan spesifik lokasi didekati dengan membaca
data sekunder peta kesuburan tanah di suatu wilayah diikuti dengan
mendengar informasi pelanggan akan kondisi kebun. Informasi petani
tentang kondisi tanaman secara visual juga bisa memberikan data bagi
dasar perhitungan penyusunan komposisi unsur hara pupuk yang akan
diproduksi ditingkat pabrik.
Tablet Gramalet® Karet adalah pupuk majemuk kandungan hara lengkap, berbentuk tablet, yang kompisisi haranya diformulasi dan diproduksi khusus bagi tanaman
Karet. Pupuk formula ini akan sangat membantu petani pelanggan mendapatkan berbagai unsur
hara pupuk sekaligus. Dengan kandungan lengkap meliputi hara makro
primer ( N, P,K), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro elemen esensial (
Fe, B, Bo, Mn, Zn, Cl) dan disajikan dalam bentuk tablet 10 gr. Pupuk
ini memiliki kemampuan lepas hara terkendali ( contolled release
fertilizer), yang dengan demikian memberi suplai hara secara terus menerus sepanjang masa penyerapan, diindikasikan mampu menaikan produktivitas getah tanaman karet, termasuk di masa bulan gugur daun. Produk ini telah terdaftar pada Departemen Pertanian Republik
Indonesia No: T905/BSP/II/2003 serta mendapat sertifikasi mutu dan hak
Tanda SNI.





Lho, Harga getah karet kini malah sudah mendekati level tertinggi, yakni Rp 20 ribu per Kilogram (Kg).....
BalasHapuspekan ini, di Riau, harga getah karet dengan kadar di atas 95 persen sampai pintu pabrik Rp 36.500 perkilogram
BalasHapuskalau daerah lampung udh ada pa blum 'ya pupuk Gramlet ,..
BalasHapusuntuk daerah lampung,,dimana mudah mendapatkan pupuk Gramlet ya...
BalasHapus